Sabtu, 03 Maret 2012

Menderita Gatal menahun


Gatal menahun


“Saya punya keluhan gatal-gatal yang sulit disembuhkan. Beberapa dokter spesialis kulit sudah saya kunjungi, tapi sampai sekarang tidak ada hasilnya.
Gatal-gatal saya alami sejak tahun 2000 (sudah tiga tahun).
Umumnya timbul malam hari, tapi tiga bulan terakhir ini timbul pada siang hari juga. Lokasi gatal menyebar di beberapa bagian tubuh, khusus di sekitar tangan, kaki, perut, leher (biduran, kaligata).
Semula saya pikir gatal-gatal itu disebabkan oleh cuaca dingin malam hari (saya tinggal di Bogor). Namun, di tempat berhawa panas seperti di pantai, gatal ini kadang timbul juga.
Tahun 2001, atas rujukan dokter kulit, saya melakukan tes alergi (Prick test). Ada 23 zat yang dites, namun hasilnya ternyata semuanya negatif. Artinya, ke-23 zat yang disuntikkan itu bukan sebagai pemicu gatal-gatal (terlampir hasil Prick test).

Gatal-gatal ini sungguh mengganggu aktivitas, dan terpaksa untuk mengatasinya setiap tiga hari sekali saya minum antihistamin. Belakangan dua hari sekali harus minum karena gatal yang tak tertahankan.
Melalui surat ini saya mohon bantuan dokter untuk mengatasi alergi ini. Jika pembaca SENIOR ada yang mempunyai keluhan sama atau mengetahui solusinya, tolong informasinya.”


Saya bisa merasakan apa yang Anda alami selama tiga tahun terakhir ini. Jangankan gatal berhari-hari sepanjang bulan dan tahun, gatal sebentar akibat digigit nyamuk saja bikin kita runyam.
Konsentrasi dan ketekunan kita dalam bekerja dirongrong oleh munculnya rasa gatal yang bertubi-tubi hampir setiap hari, bukan cuma di satu tempat, melainkan di beberapa bagian kulit badan. Bisa jadi itu mengganggu rasa sejahtera juga. Amarah, kesal, risau, yang tidak perlu ada bisa saja bangkit kalau gatal tidak mau hilang.
Masalah yang kita hadapi sampai saat ini bahwa alergi di dunia semakin merajalela seiring dengan semakin memburuknya polusi dalam bentuk apa saja. Kita tidak tahu apakah udara yang kita hirup setiap detik itu sudah berisi polutan yang menjadi alergen baru buat tubuh kita, yang sebelumnya tidak ada.
Bukti untuk itu, orang yang di kota kediamannya tidak pernah alergi, mendadak alergi setelah pindah atau berkunjung ke kota lain. Orang tersebut menemukan alergen, zat yang tubuhnya tidak tahan menerimanya, di wilayah lain. Kasus begini bisa juga oleh jenis menu makanan lain yang sebelumnya tidak pernah disantap.